Palopo — Sebuah potret perjuangan luar biasa dan keteguhan mental yang menginspirasi lahir dari panggung Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Syahnaya Afifah, siswi kelas IX.A MTsN Kota Palopo, sukses menorehkan tinta emas dengan merebut Juara Terbaik 2 pada bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Keberhasilan yang diraih dalam kompetisi ketat pada 5 hingga 6 Oktober 2026 di MAN 3 Makassar ini bukanlah sebuah kebetulan. Di balik gemerlap piala dan piagam penghargaan, ada malam-malam panjang penuh rintangan yang dilewati Syahnaya dengan menatap tumpukan buku, Soal Soal, membedah rumus, dan menepis rasa lelah. Ia harus berdiri teguh menghadapi persaingan sengit melawan 216 siswa terbaik tingkat SMP/MTs dari seluruh pelosok Sulawesi Selatan.

Namun, Syahnaya tidak berjalan sendirian. Di balik pundak rapuhnya yang memikul asa Kota Palopo, ada sentuhan tangan dingin, kesabaran tanpa batas, dan air mata keikhlasan dari sang guru pembina, Hj. Hasrida Halimun, S.Pd., M.MPd. Pembinaan yang dilakukan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan sebuah transfer energi, keyakinan, dan mental juara yang luar biasa lebih dari cukup untuk menaklukkan setiap tantangan.

Keberhasilan ini juga menjadi muara dari kolektivitas perjuangan para pendidik di MTsN Kota Palopo. Kepala Madrasah secara khusus memberikan atensi dan apresiasi serta penghormatan setinggi-tingginya kepada para pembina dan pendamping hebat lainnya, yakni Rita, S.Ag., M.MPd. dan Musdalifa, S.Pd.. Di bawah bimbingan dan curahan ilmu mereka yang tak kenal lelah, siswa-siswi delegasi lainnya juga telah menunjukkan daya juang maksimal dan memberikan penampilan terbaik mereka demi mengharumkan nama madrasah. Perjuangan para guru pendamping ini menjadi fondasi kokoh bagi lahirnya mental-mental juara masa depan.

Suasana  penuh rasa syukur menyelimuti seluruh jajaran Kementerian Agama Kota Palopo atas pencapaian yang prestasi gemilang ini. Kepala Kantor Kemenag Kota Palopo, Dr. H. Haderawi, M.Pd.I, mengungkapkan rasa bangganya dengan penuh keteduhan jiwa.

"Alhamdulillah, ini adalah berkah dari ikhtiar yang bersungguh-sungguh dan ketulusan doa dari seluruh jajaran keluarga besar Kementerian Agama Kota Palopo. Kita menyaksikan bagaimana sebuah perjuangan yang diiringi doa mampu menorehkan prestasi yang begitu luar biasa dan membanggakan," tutur Dr. H. Haderawi, M.Pd.I dengan penuh kesyukuran.

Rasa bangga dan haru yang mendalam juga terpancar dari Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendis) Kantor Kemenag Kota Palopo, H. Mikail, MH. Bersama seluruh jajaran staf Pendis, ia melihat pencapaian Syahnaya dan kerja keras seluruh tim pembina sebagai bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mencapai puncak tertinggi.

"Prestasi ananda Syahnaya serta dedikasi seluruh guru pendamping adalah cambuk semangat bagi kita semua. Bersaing dengan ratusan anak-anak terbaik se-Sulsel tidaklah mudah, namun mereka membuktikan bahwa madrasah dari Palopo memiliki daya juang yang luar biasa. Seksi Pendis dan seluruh staf menaruh rasa hormat dan bangga yang tak terhingga atas air mata dan keringat yang telah tumpah dalam perjuangan ini," ungkap H. Mikail, M.H. dengan penuh bangga.

Kini, langkah kaki Syahnaya dan dedikasi ikhlas para gurunya telah membuktikan bahwa dengan tekad yang sekeras baja, didikan yang tulus, dan doa yang menembus langit, tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk digapai. Prestasi ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat madrasah di Kota Palopo bahwa proses yang jujur dan melelahkan akan selalu melahirkan cerita kemenangan yang abadi; madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia.