PALOPO — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Palopo bergerak cepat mengawal validitas administrasi Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di internal madrasah. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Asistensi Teknis Percepatan Pemutakhiran Data Sistem Manajemen Kepegawaian (Simpeg).

Kegiatan dengan sistem "jemput bola" ini dilaksanakan di Ruang Guru MTsN Kota Palopo pada Senin (26/10/2026). Agenda penting ini diikuti oleh 114 peserta yang terdiri dari jajaran tenaga pendidik (guru) serta pegawai Tata Usaha (TU) MTsN Kota Palopo.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Palopo, H. Mikail, S.Pd.I., M.H., bersama Kepala MTsN Kota Palopo. Jalannya bimbingan teknis (bimtek) dipantau langsung oleh Analis Kepegawaian, Hj. Tenri Se'na, S.E. Sementara itu, bertindak sebagai pemateri adalah Ririn Rahmadani Nurdin, S.Kom., selaku Pranata Komputer (Prakom) Kemenag Kota Palopo, didampingi oleh Kepala Tata Usaha MTsN Kota Palopo, Barora AK, S.Sos., M.Pd.I.

Dalam arahannya, Kasubag TU Kemenag Palopo, H. Mikail, menegaskan bahwa validitas data Simpeg merupakan kunci utama kelancaran layanan kepegawaian.

"Pemutakhiran data ini sangat krusial untuk memastikan tidak ada lagi data yang terkendala ke depannya. Transformasi digital menuntut akurasi data yang tinggi. Melalui pemutakhiran ini, kita ingin memastikan seluruh ASN dan P3K Kemenag Kota Palopo terintegrasi dengan sempurna di sistem pusat," ujar H. Mikail.

Merespons hal tersebut, Kepala MTsN Kota Palopo menyambut baik kehadiran Tim Analis Kepegawaian Kemenag Palopo. Pihaknya menegaskan komitmen penuh dari seluruh jajaran guru dan staf untuk segera menyelesaikan pemutakhiran berkas data digital sesuai dengan tenggang waktu yang telah ditentukan.

Memasuki sesi inti, Ririn Rahmadani Nurdin memberikan panduan aplikatif mengenai fitur-fitur terbaru pada aplikasi Simpeg di hadapan ratusan peserta yang hadir. Prakom Kemenag Palopo ini mensimulasikan secara detail tata cara pengisian riwayat hidup, pembaruan data keluarga, hingga teknik mengunggah dokumen kepegawaian secara mandiri.

Untuk memastikan pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif. Sesi ini dimanfaatkan para pegawai untuk memecahkan berbagai kendala teknis yang kerap dihadapi di lapangan, mulai dari masalah sinkronisasi data yang tidak sinkron (mismatch) hingga kegagalan sistem saat mengunggah dokumen akibat ukuran berkas yang terlalu besar.